Film drama 'Woman Unknown' berhasil mendapatkan penghargaan Golden Lion di ajang Venice Film Festival 2026 pada Sabtu (12/9). Karya besutan sutradara May el-Toukhy ini jadi topik pembicaraan utama di ajang terserbut karena tema ceritanya yang terbilang jarang diangkat ke layar lebar.

May el-Toukhy mengatakan, film besutannya menyoroti menyoroti tubuh perempuan sebagai medan pertempuran sekaligus konsumsi publik.

"Di saat bersamaan, film ini juga mengisahkan tentang para perempuan yang tidak telrihat, terabaikan, dan tidak menyuarakan pendapat mereka," kata el-Toukhy saat menerima penghargaan, melansir AFP, Sabtu (12/9).

'Woman Unknown' merupakan satu-satunya film panjang panjang karya sutradara perempuan dalam ajang tersebut. Dari 21 film yang bersaing di ajang penghargaan bergengsi Venesia, hanya ada satu sutradara perempuan lainnya, yaitu Rachel Szor, yang menjadi sutradara pendamping untuk film dokumenter tentang genosida Israel di Gaza yang berjudul 'NAZA'.

Ketua dewan juri tahun ini, aktor sekaligus sutradara asal Amerika Serikat Maggie Gyllenhaal, sempat mempertanyakan minimnya film karya sutradara perempuan pada hari pembukaan. Namun, ia memilih untuk tidak membahas masalah tersebut lebih lanjut dalam konferensi pers penutup.

"Saya rasa saya sudah lelah terus-menerus membicarakan topik yang sama," ungkapnya.
"Saya hanya ingin merayakan sebuah karya film luar biasa yang terasa begitu tajam dan fokus," lanjut dia.

Aktris Denmark Mathilda Arcel, yang juga membintangi 'Woman Unknown' juga meraih gelar Aktris Terbaik di ajang Venice Film Festival 2026. Ini merupakan peran debutnya di dunia film, di mana ia memerankan seorang calon pengantin yang berusaha keras menyembunyikan rasa malu atas hubungan masa lalunya dengan seorang tentara Nazi.

Aktris berusia 30 tahun tersebut sempat menyampaikan bahwa ia kurang menyukai popularitas dan dunia selebriti, namun Gyllenhaal memprediksi kesuksesan yang lebih besar akan menghampirinya.

"Saya yakin penampilannya akan benar-benar memukau kita semua," kata Gyllenhaal kepada para wartawan.

Acara penganugerahan pada hari Sabtu tersebut menutup gelaran selama 10 hari yang diwarnai penayangan film-film bertema kelam dan menguras emosi. Penyelenggara utama, Alberto Barbera, sebelumnya memang menjanjikan bahwa jajaran film tahun ini akan mencerminkan kondisi dunia yang penuh kecemasan dan konflik perang.

Posisi kedua melalui penghargaan Silver Lion diraih oleh 'Possible Love', sebuah film tentang hubungan karya sutradara asal Korea Selatan, Lee Chang-dong. Film ini menjadi salah satu karya yang paling banyak mendapat pujian di festival tersebut.

Kategori Sutradara Terbaik dimenangkan oleh Ilya Khrzhanovsky, sutradara kelahiran Rusia, lewat proyek film eksperimentalnya yang megah dan ambisius berjudul 'DAU'. Film ini mengisahkan perjalanan hidup Lev Landau, tokoh penting di balik program nuklir Uni Soviet.

Proyek film berdurasi lebih dari tiga jam ini dimulai sejak dua dekade lalu dan melibatkan sekitar 2.000 orang. Banyak di antara para pemerannya hidup selama berbulan-bulan sesuai karakter mereka di sebuah replika lembaga penelitian rahasia Soviet skala penuh selama proses syuting berlangsung.

"Tidak semua orang percaya film ini bisa selesai, tetapi saya selalu yakin," ucap Ilya di hadapan hadirin.

Ia mempersembahkan penghargaan tersebut bagi rakyat Ukraina "yang sedang berjuang mempertahankan kebebasan mereka di tengah perang yang mengerikan ini."

Penghargaan Aktor Terbaik diraih oleh John Malkovich atas perannya sebagai agen CIA yang jenuh dalam komedi gelap 'Wild Horse Nine'. Film ini menceritakan kisahnya yang berlibur bersama rekannya di Pulau Easter, Chili, menjelang kudeta militer yang didukung AS pada tahun 1973.

Majalah Variety menyebut penampilan Malkovich berhasil mencuri perhatian dan berpotensi membawanya masuk dalam nominasi Aktor Terbaik di ajang Oscar mendatang.