The Summer I Turned Pretty (2009) merupakan salah satu buku yang menjadi fenomena budaya pop global di dunia streaming. Novel remaja ini adalah bagian pertama dari trilogi karya Jenny Han, yang juga mencakup It's Not Summer Without You (2010) dan We'll Always Have Summer (2011).

Kesuksesan trilogi ini diadaptasi menjadi serial televisi bertajuk sama dan menjadi serial yang paling banyak ditonton sepanjang masa Amazon Prime di kalangan remaja dan perempuan milenial.

The Summer I Turned Pretty (2009) mengisahkan perjalanan Isabel "Belly" Conklin selama musim panas saat ia menginjak usia 16 tahun.

Bagi Belly, musim panas adalah satu-satunya musim yang berarti. Baginya, musim dingin dan musim semi hanyalah masa penantian. Namun, musim panas kali ini terasa berbeda.

"Segala hal yang terjadi pada musim panas lalu dan setiap musim panas sebelumnya bermuara pada saat ini."

Ibu Belly, Laura Conklin, dan Susanna Fisher telah bersahabat sejak kecil. Mereka memiliki tradisi menghabiskan musim panas bersama anak-anak mereka di rumah pantai milik keluarga Fisher di Cousins Beach.

Mereka menghabiskan waktu tiga bulan bersama setiap tahunnya. Laura beserta kedua anaknya, Belly dan Steven, sementara Susanna beserta kedua anak laki-lakinya, Conrad dan Jeremiah.

Ikatan di antara anak-anak tersebut sama kuatnya dengan persahabatan yang dijalin oleh ibu mereka. Meskipun Conrad dan Jeremiah menjalin persahabatan yang erat dengan Belly, ia sebenarnya menyimpan ketertarikan mendalam terhadap keduanya sejak lama.

Pada musim panas ini, Belly genap berusia 16 tahun. Ia mulai beranjak dewasa. Ia menyadari adanya perubahan pada dirinya. Ia telah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dengan penampilan yang semakin memikat.

"Itu adalah musim panas yang takkan pernah kulupakan. Itu adalah musim panas saat segalanya bermula. Itu adalah musim panas saat aku menjadi cantik. Karena untuk pertama kalinya, aku benar-benar merasakannya. Maksudku, merasa cantik."

Tak lama kemudian, dilema perasaan muncul di antara mereka bertiga. Saat Conrad dan Jeremiah sama-sama menaruh hati kepada Belly, hubungan persaudaraan mereka menjadi rivalitas.

Sebenarnya kakak-adik itu sama-sama memiliki sifat yang dikagumi Belly. Namun hatinya selalu menyediakan ruang khusus untuk si abang, Conrad, terlepas dari situasi barunya yang tidak disuka Belly seperti berhenti dari tim olahraga dan menyalahgunakan zat.

Belum lagi sepertinya Conrad tidak berniat membalas perasaan Belly. Ironisnya, dinamika yang tidak sehat ini justru mungkin menjadi alasan mengapa Belly begitu tertarik padanya.

Di sisi lain, Jeremiah adalah sosok yang memberikan ciuman pertama bagi Belly dalam permainan Truth or Dare yang sebenarnya memalukan. Jeremiah juga telah menyatakan ketertarikannya secara langsung kepada Belly, meski sikap manisnya itu sempat ditolak.

Belly akhirnya merasakan sendiri pahitnya penolakan saat ia mengalami hal serupa dari Conrad, yang berujung pada perkelahian fisik antara kedua saudara itu.

Belly pun menyadari bahwa dunia tidak berputar di sekelilingnya dan sebenarnya ada ketegangan mendalam akibat Susannah, ibu dari kedua pemuda tersebut, kembali mengidap kanker.

Belly segera mengalihkan perhatiannya dari keinginan egoisnya akan hubungan romantis menjadi dukungan untuk keluarga Fisher dalam melewati masa-masa sulit tersebut.

Ia berjanji kepada Susannah untuk menjaga Conrad. Ia menjadi tempat bersandar bagi Jeremiah untuk mencurahkan kesedihan dan menjadi pendengar yang baik bagi Conrad. Hanya saja, situasi menjadi semakin intens.