Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah memamerkan kemampuan melompat, bertinju, hingga lari gesit dalam ajang World Humanoid Robot Games di Beijing, robot-robot humanoid asal China kini dilirik untuk masuk ke ranah militer. Surat kabar resmi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), PLA Daily, menyerukan agar para peneliti segera mempercepat transfer teknologi mutakhir dari laboratorium ke medan pelatihan militer untuk menciptakan "senjata" robotik.

Berdasarkan peninjauan Reuters terhadap lebih dari 100 pemberitahuan pengadaan militer China, studi akademis, paten, hingga catatan pemerintah, lembaga pertahanan China terbukti tengah mempercepat penelitian penggunaan militer untuk robot humanoid guna merencanakan pengerahan masa perang.

Langkah ini didukung oleh dominasi industri China yang memproduksi sekitar 95% pengiriman global robot humanoid pada 2025 menurut data BofA Global Research, memberikan akses luas bagi PLA untuk mengembangkan aplikasi militernya sendiri.

Berikut adalah sejumlah poin penting terkait arah pengembangan robot militer China, dikutip dari Reuters, Selasa (8/9/2026):

Di sisi lain, AS juga mulai meluncurkan kompetisi pengembangan kemampuan humanoid militer. Namun, para ahli mengingatkan bahwa tantangan besar seperti tingginya kebutuhan energi, keandalan di lapangan, hingga dilema etika terkait hukum perang dan penyerahan diri masih menjadi pekerjaan rumah bagi penggunaan otonom robot di masa depan.