Tim SAR gabungan menemukan life jacket, terpal hingga galon di perairan Selat Sunda pada hari keenam pencarian rombongan jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Objek-objek tersebut akan kami serahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti lebih lanjut," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Minggu, (13/9).

Selama pencarian yang dilakukan hari ke enam, kondisi cuaca cerah berawan hingga berkabut, dengan jarak pandang antara 1-1,5 NM. Armada yang dikerahkan yakni KRI 3 unit, KAL 1 unit, KP 1 unit Polair, Basarnas 3 unit berasal dari Banten, Jakarta dan Lampung, serta speed boat masyarakat 2 unit.

"Tinggi gelombang rata-rata 0-1,5 meter, dan aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III dan tidak ada erupsi," jelasnya.

Life jacket dan terpal pertama kali ditemukan oleh KRI Gilimanuk di sekitar Selatan Pulau Sangiang, sekitar pukul 08.50 wib. Mereka melakukan pencarian selama sembilan jam.

Kemudian KAL Anyer yang melakukan pencarian di sekitar Teluk Belimbing, Lampung, menemukan satu buah life jacket pukul 09.45 WIB.

Selanjutnya RIB 02 Lampung yang menginap di Sebesi, menyisir Pulau tersebut menemukan terpal dan galon sekitar pukul 10.15 wib, saat melakukan patroli di sekitar perairan antara Sebesi dan Pulau Sangiang.

"KN Bima menemukan sebuah life jacket 09.58 WIB, berwarna oranye di Pulau Rakata," terangnya.